Posts Subscribe comment Comments

Posted by : IWADAN
Date : 27 January


Sebuah forum ilmiah dibuka di Univeristas Ilmu Keamanan Pangeran Naif (Prince Naif University of Security Sciences) di Riyadh pada awal pekan ini memperingatkan publik terhadap kemungkinan penyalahgunaan Internet untuk memajukan terorisme dan ekstrimisme.

Berbicara di forum tersebut, Abdul Aziz Al-Ghamdi, presiden Univteritas tersebut, mengatakan bahwa Muslim adalah korban terbesar dari terorisme di dunia. Ia menekankan bahwa Islam tidak ada hubungannya dengan terorisme.

Pangeran Bandar bin Abdullah bin Mishari, direktur Pusat Informasi Nasional di Kementerian Dalam Negeri, membuka forum tersebut, yang berfokus pada peranan internet di dalam memerangi terorisme dan ekstrimisme.

Forum tersebut dilaksanakan oleh universitas Arab Saudi dalam kerjasama dengan tim anti-terorisne di PBB, Pusat Kontra-terorisme Global di AS dan Kementerian Dalam Negeri Jerman.

Pangeran Bandar menggarisbawahi prestasi Kerajaan dalam memerangi terorisme dan ekstrimisme, merujuk pada serangan yang memberikan efek terlebih dahulu terhadap terorisme.

"Kami telah menggagalkan sekitar 220 serangan teroris di Kerajaan," ia mengatakan, menekankan pada ketangguhan kerajaan berdiri melawan terorisme.

"Kami telah menjadi teladan dalam bidang ini."

Ia juga menunjukkan bahwa Perjanjian Anti-Terorisme Arab, yang ditandatangani selama sebuah pertemuan gabungan menteri dalam negeri dan kehakiman Arab di Mesir pada 1998, adalah perama di dunia.

Organisasi Konferensi Islam dan Dewan Kerjasama Teluk juga tersebut menandatangani perjanjian yang sama.

"Kami memberikan prioritas teratas pada kerjasama keamanan dengan negara-negara lainnya untuk memerangi terorisme dan kejahatan lainnya," Pangeran Bandar mengatakan.

Ia juga merujuk pada inisiatif Raja Abdullah untuk dialog kebudayaan, mengatakan bahwa pertemuan tersebut mencerminkan hasrat Kerajaan untuk mendirikan perdamaian global. Ia menekankan pentingnya untuk melaksanakan lebih banyak studi tentang bagaimana menggunakan internet untuk memerangi teror.

Dalam pidatonya, Al-Ghamdi mengatakan: "Universitas kami telah memberikan pentingnya untuk memerangi teror, ketika 125 disertasi program master dan doktorat begitu juga dengan 254 program pelatihan dilaksanakan oleh berbagai perguruan tinggi dan Univeristas yang terhubung pada terorisme."

Al-Ghamdi mengatakan bahwa forum tersebut akan membahas aspek berbeda dari subjek tersebut, seperti penggunaan Internet untuk terorisme dan bagaimana mencegah perekrutan terorisme dan penyebaran dari ideologi teroris melalui internet.

Forum tersebut juga menggarisbawahi peranan masyarakat sipil, sektor swasta dan media dalam memerangi terorisme dan memberikan penerangan publik tentang kemungkinan efek negatif yang terhubung dengan penggunaan Internet.

Ia menyerukan untuk kerjasama regional dan internasional untuk memerangi semua bentuk terorisme.

0

Silahkan Tulis Komentar Anda ...